31 C
Indonesia
Saturday, January 23, 2021
Bk8 Taruhan Bola Online Terpercaya Dan Resmi Di Indonesia, Malaysia, Thailand Dan Vietnam
Home Detik News Nasib Liga 1 dan 2 Semestinya Bisa Diputuskan PSSI Sebelum 29 Mei

Nasib Liga 1 dan 2 Semestinya Bisa Diputuskan PSSI Sebelum 29 Mei

Jakarta – Nasib Liga 1 dan 2 belum juga jelas, PSSI sebetulnya bisa melakukan banyak pembahasan sebelum status darurat terbaru diumumkan pada 29 Mei.  Nasib kompetisi Liga 1 dan 2 tengah menggantung akibat pandemi COVID-19, namun PSSI dan PT LIB belum juga menawarkan solusi kongkrit.  Sebanyak 15 klub Liga 1 atau mayoritas peserta kompetisi belum lama ini melayangkan tuntutan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. 

Klub-klub memang sudah lama merasa gelisah dengan nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang masih menggantung sejak dihentikan karena pandemi COVID-19 pada pertengahan Maret lalu.  PSSI meresponsnya dengan berencana menggelar Rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk membahas nasib liga dan lainnya pada Jumat (08/05/20) lalu. 

Meski sempat batal, rapat itu akhirnya digelar pada Selasa (12/05/20). Namun, rapat yang mestinya membahas nasib Liga 1 dan 2 itu ternyata hampir tak menghasilkan apa-apa. 

Sederet Hal yang Semestinya Sudah Bisa Dibahas PSSI dan PT LIB mesti memahami bahwa berserah ke pemerintah bukanlah solusi. Meskipun masa tanggap darurat belum diputuskan kelanjutannya hingga 29 Mei, bukan berarti PSSI dan PT LIB tak bisa bertindak.  Federasi semestinya sudah jauh-jauh hari membahas segala kemungkinan yang ada. Seperti yang kita ketahui, terhentinya kompetisi bukanlah satu-satunya topik pembicaraan. 

Ada segudang persoalan turunan yang juga segera membutuhkan pembahasan serius di level federasi dan operator liga.  Apakah PSSI sudah menyiapkan acuan detail untuk kontrak pemain? Saat ini banyak pemain baik lokal maupun asing di Indonesia yang tengah terancam kontraknya.  Hal ini jadi perhatian para pemain baik asing maupun lokal. Tentu mereka tak ingin terhentinya kompetisi juga berdampak pada pemutusan kontrak mereka yang rata-rata hanya jangka pendek.  PSSI tak bisa menyerahkan sepenuhnya persoalan kontrak pemain kepada klub. Harus ada acuan pasti agar pemain tidak dirugikan. 

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular